Dukung Promosi Museum Lewat Friends of Musem Community
PANGKALPINANG – Guna mendukung dan mensukseskan program Gerakan Nasional Cinta Museum (GNCM) tahun 2010 – 2014, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Pangkalpinang bekerjasama dengan PT Timah dan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang menyelenggarakan kunjungan museum bagi pelajar dan mahasiswa se-Kota Pangkalpinang ke Museum Timah Indonesia.
Menurut Taufik Hidayat, S.Sos., M.Hum., selaku Koordinator Kegiatan mengatakan bahwa pelaksanaan kunjungan ke Museum Timah Indonesia merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kerjasama pembentukan Friend of Museum Community (komunitas sahabat museum) yang diresmikan 22 Januari 2011 lalu. “Komunitas museum yang kita bentuk merupakan salah satu upaya meningkatkan apresiasi dan kepedulian generasi muda cinta museum sebagai ujung tombak pengembangan museum dan mempromosikan Museum Timah Indonesia di kalangan pelajar dan mahasiswa” terang Taufik.
Ditambahkan taufik, pelaksanaan kegiatan ini melibatkan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dan Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang serta pihak pengelola Museum Timah Indonesia. Target utama peserta kunjungan adalah siswa/i SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA sederajat dan mahasiswa Perguruan Tinggi se-bangka Belitung dengan target total 13.000 orang selama tahun 2011.
“Kegiatan kunjungan ke museum dilaksanakan setiap hari Rabu dan Kamis dengan jadwal kunjungan sekolah yang berbeda. Setiap minggu-nya kita menargetkan 400 siswa/i maupun mahasiswa datang ke museum. Artinya ada 4 sekolah berbeda yang kita harapkan datang setiap minggu-nya,” jelas Taufik.
Menurut Drs. Akhmad Elvian, Kepala Disbudparpora Kota Pangkalpinang melalui kegiatan ini Museum Timah Indonesia bisa menjadi tempat yang menarik, informatif, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, mampu menjadi inspirator dan motivator bagi masyarakat untuk mengambil nilai/hal positif dari masa lalu, untuk dimanfaatkan pada masa kini serta memperkenalkan Kota Pangkalpinang khususnya dan Bangka Belitung umumnya di dunia Internasional.
”Selama ini museum identik dengan tempat yang tidak menarik. Oleh karena itu museum tidak boleh menjadi lembaga yang pasif, tetapi sebaliknya museum harus peserta aktif dalam pembangunan. Bisa diungkapkan atau menggunakan slogan museum out reach goal dengan bahasa, bahwa apabila publik tidak datang ke museum, maka museumlah yang datang ke publik. Museum harus mampu menghadapi tantangan global di mana kontak antarbudaya tidak dapat dielakkan, termasuk berani menghadapi “image" museum yang dianggap kuno dan antik, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang menyenangkan. Mengubah image ibarat pepatah Bagai Mengubah Tekuk, yang berarti mengubah kebiasaan tidaklah mudah, tetapi yakinlah bahwa jika itu dilakukan terus menerus dilakukan akan berhasil ibarat pepatah Belakang Parang pun Kalau Diasah Akan Tajam.” jelas Elvian
”Kedepan kita berharap Museum Timah Indonesia terus berbenah sehingga mampu menjadi pusat pendidikan, pusat rekreasi dan pusat budaya,” harap Elvian . (PIW)





