KOTA PANGKALPINANG

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
Home Pangkalpinang Arti Lambang/Moto
E-mail Cetak PDF

 

 

 

                                                                                        MAKNA LOGO DAERAH
       
       
             
       
Dalam menyelenggarakan otonomi daerah, pemerintahan daerah mempunyai kewajiban antara lain melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan, kerukunan nasional, dan melestarikan nilai sosial budaya dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pelestarian nilai sosial budaya masyarakat daerah antara lain direfleksikan dalam lambang daerah sebagai tanda identitas daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebagai tanda identitas, lambang daerah menggambarkan potensi daerah, harapan masyarakat daerah dan semboyan yang melukiskan semangat untuk mewujudkan harapan dimaksud. Sedemikian pentingnya lambang daerah bagi masyarakat daerah, sehingga pemerintah daerah harus menuangkannya dalam peraturan daerahnya masing-masing.
Lambang daerah adalah panji kebesaran dan simbol kultural bagi masyarakat daerah yang mencerminkan kekhasan daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lambang daerah meliputi logo; bendera; bendera jabatan kepala daerah; dan hymne, tujuannya antara lain untuk melestarikan nilai sosial budaya masyarakat untuk memupuk dan memperkaya budaya nasional. Lambang daerah berfungsi sebagai pengikat kesatuan sosial budaya masyarakat daerah dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Logo daerah yang merupakan salah satu bagian dari lambang daerah dibuat dengan tujuan:
  1. menggambarkan potensi daerah, harapan masyarakat daerah, serta semboyan untuk mewujudkan harapan tersebut.
  2. mencerminkan kebudayaan Kota Pangkalpinang, serta memiliki latar belakang historis Kota Pangkalpinang, memberikan motivasi semangat kepada seluruh lapisan masyarakat serta Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan masyarakat serta sumber daya Kota Pangkalpinang, mencerminkan semangat penyelenggaraan otonomi daerah dengan memperhatikan aspek demokrasi, keadilan, pemerataan, keanekaragaman daerah serta didasari otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.


                                                                                  DISKRIPSI BENTUK DAN MAKNA LOGO
                                                                                            KOTA PANGKALPINANG


Bentuk dan warna logo daerah
Logo daerah berbentuk perisai bersegi lima berwarna biru dengan garis tepi kuning keemasan. Di dalam perisai terdapat lukisan-lukisan dan bentuk dengan berbagai warna yang merupakan unsur-unsur logo daerah sebagai berikut:
  1. Lingkaran Globe dengan garis luar berwarna Timah;
  2. Pohon Pinang, keseluruhan berwarna hijau yang beruas sembilan berwarna kuning, tumbuh tegak lurus, dengan daun pucuknya menjulang ke atas, berjumlah sembilan pelepah, terdiri atas satu pucuk pelepah, empat pelepah di sebelah kanan dan empat pelepah di sebelah kiri dengan masing-masing pelepah memiliki tujuh belas helai daun yang semampai;
  3. Tugu Kemerdekaan berwarna putih (warna alami) dengan tujuh belas undakan (tingkatan) bergaris warna hitam (warna alami), lengkap dengan Yoni dan Lingganya;
  4. Padi yang sedang menguning berjumlah lima puluh tujuh bulir dan kapas berjumlah tujuh belas kuntum dengan warna alami yang tangkainya bersatu di belakang pangkal/tampuk Pohon Pinang
  5. Tudung Saji, berwarna merah (warna alami) dengan tujuh belas bilah yang disatukan oleh garis berwarna kuning dengan tampuk Tudung Saji berbentuk bintang dalam lingkaran dengan tiga warna yaitu merah, kuning dan hijau serta pada bagian lingkaran tepi Tudung Saji berwarna kuning.
  6. Langit dalam lingkaran Globe berwarna biru muda (biru langit) yang cerah.
  7. Lautan dalam lingkaran Globe berwarna biru laut
 
Pendukung utama logo daerah
Berupa Pita heraldis yang berwarna putih dengan tepi berwarna kuning keemasan terdapat di bagian atas logo daerah bertuliskan “Pangkalpinang” ditulis dengan warna kuning keemasan yang bermakna eksistensi Pangkalpinang sejak didirikan oleh Sultan Kesultanan Palembang Darussalam Ahmad Najamuddin Adikusumo akan tetap kekal dan abadi sepanjang masa, dan di bagian bawah logo daerah bertuliskan sloka yang menggelorakan semangat dan merupakan kata bertuah terdiri atas tujuh belas huruf yang sangat visioner bagi Kota Pangkalpinang, diucapkan oleh Pahlawan Proklamator RI dan pemimpin bangsa Bung Karno, yaitu kata “Pangkal Kemenangan“, masing-masing ditulis berwarna kuning emas, bermakna tiga dimensi historis dan multi dimensi makna yaitu masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, bahwa Pangkalpinang adalah Pangkal kemenangan dalam berbagai dimensi.
Liku-liku pada Pita heraldis yang berwarna putih dengan tepi berwarna kuning keemasan menunjukkan liku-likunya perjuangan untuk merebut kemerdekaan dan mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Arti unsur-unsur logo daerah
  1. Logo daerah berbentuk perisai bersegi lima berwarna biru dengan garis tepi kuning keemasan, melambangkan; pencerminan kesetiaan untuk menjunjung semboyan Bhinneka Tunggal Ika;
  2. Perisai bersegi lima, melambangkan; bahwa Kota Pangkalpinang dan masyarakatnya  menjunjung tinggi dasar falsafah Negara Pancasila;
  3. Lingkaran Globe dengan garis luar berwarna timah, melambangkan; Pangkalpinang sebagai kota berlatarbelakang historis pertimahan, berada dalam tataran global serta tetap dalam Kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  4. Pohon Pinang, melambangkan; asal usul nama (toponim) dan sejarah Pangkalpinang serta kemauan kuat masyarakat Pangkalpinang untuk selalu menjaga hubungan antar sesama manusia, dengan alam dan dengan Sang Pencipta. Pohon Pinang juga merupakan lambang masyarakat Pangkalpinang yang baik budi pekerti, jujur, serta memiliki derajat tinggi, bersedia melakukan suatu pekerjaan dengan hati terbuka dan bersungguh-sungguh;
  5. Padi dan Kapas, melambangkan; motivasi dan semangat persatuan seluruh lapisan masyarakat dalam upaya pemberdayaan sumber daya Kota Pangkalpinang untuk mencapai masyarakat yang adil, makmur, sejahtera, mandiri dan bermartabat;
  6. Tudung Saji, melambangkan; masyarakat religius yang berbudaya, selalu bergotong royong dan juga melambangkan, bahwa pemerintah Kota Pangkalpinang adalah pelindung dan pengayom masyarakatnya;
  7. Tugu Kemerdekaan, melambangkan; daya cipta, kemegahan, daya-juang, semangat persatuan, nasionalisme dan patriotisme masyarakat Pangkalpinang sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki andil besar dalam perjuangan mewujudkan dan mempertahankan Indonesia merdeka yang bebas dari belenggu penjajahan;
  8. Lukisan langit dan lautan, melambangkan; letak geografis Kota Pangkalpinang yang strategis dan sebagai ibukota Propinsi Kepulauan Bangka Belitung serta melambangkan sumber-sumber potensi dan kemakmuran daerah seperti perdagangan dan jasa;
  9. 17 bilah Tudung Saji, 17 helai Daun Pinang, 9 ruas Batang Pinang, 9 pelepah Daun Pinang, 17 undakan Tugu Kemerdekaan, 17 huruf Pangkal Kemenangan, 17 kuntum kapas dan 57 bulir padi,  mengambarkan angka-angka 17, 9, 17, 57 menegaskan saat terbentuknya Pangkalpinang pada tanggal   17 September 1757.

Arti warna
  1. Biru berarti kesetiaan
  2. Warna alam berarti keaslian
  3. Merah berarti keberanian/keperwiraaan
  4. Hijau berarti kesuburan/kemakmuran
  5. Kuning (emas) berarti keluhuran/keagungan
  6. Putih berarti kesucian
  7. Hitam berarti kokoh dan kuat


                                                                                      TAMBAHAN BEBERAPA PENGERTIAN


  1. Perisai, adalah alat untuk melindungi diri pada masa peperangan dari serangan musuh. Biasanya alat ini digunakan pada tangan dan biasanya didampingkan oleh senjata lain seperti pedang tombak atau gada. Perisai mempunyai fungsi sebagai penahan segala kerusakan yang dikirim lawan pada kita. Perisai biasanya terbuat dari bahan-bahan logam (general) atau dari bahan-bahan non logam (traditional). Perisai biasanya digambarkan dalam masyarakat nordic dipakai oleh ksatria-ksatria berpedang. Adapun perisai sekarang diperkenalkan oleh masyarakat Inggris pada festival berpedangnya. Perisai juga digambarkan pada banyak aspek-aspek kehidupan di dunia seperti pada lambang negara Garuda Pancasila. Pada masa lalu perisai digunakan untuk menahan berbagai macam senjata tajam seperti tombak, anak panah ataupun pedang. Pada dasarnya perisai mempunyai berbagai macam dan bentuk sesuai dengan lokasi dan kebudayaan setempat. Biasanya perisai dibuat dari bahan metal, tetapi ada juga yang dibuat dari bahan baku kayu, kulit binatang    bahkan tempurung kura - kura. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
  2. Globe, adalah bola dunia berukuran kecil dalam bentuk tiga dimensi dengan kemiringan 66 1/2 derajat pada garis ekliptika (bidang edar bumi) dan dengan kemiringan 23 1/2 dari matahari. Globe juga bisa disebut sebagai model tiruan bumi yang memberikan gambaran bentuk bumi sehingga mendekati bentuk sebenarnya. Kata "globe" berasal dari kata "globus" (bahasa Latin) yang berarti bola yang bulat. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
  3. Pohon Pinang, adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan orang. Pelbagai nama daerah di antaranya adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Md.), jambe (Sd., Jw.), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku) dan berbagai sebutan lainnya. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, dan nama ilmiahnya adalah Areca catechu. Deskripsi Pohon Pinang; Batang lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm, meski ada pula yang lebih besar. Tajuk tidak rimbun. Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi.Tongkol bunga dengan seludang (spatha) yang panjang dan mudah rontok, muncul dibawah daun, panjang lebih kurang 75 cm, dengan tangkai pendek bercabang rangkap, sumbu ujung sampai panjang 35 cm, dengan 1 bunga betina pada pangkal, di atasnya dengan banyak bunga jantan tersusun dalam 2 baris yang tertancap dalam alur. Bunga jantan panjang 4 mm, putih kuning; benang sari 6. Bunga betina panjang lebih kurang 1,5 cm, hijau; bakal buah beruang. Buah buni bulat telur terbalik memanjang, merah oranye, panjang 3,5-7 cm, dengan dinding buah yang berserabut. Biji  berbentuk telur, dan memiliki gambaran seperti jala. Di Jawa, Pinang tumbuh hingga ketinggian 1.400 m dpl. Pinang dalam bahasa Hindi buah ini disebut supari, dan pan-supari untuk menyebut sirih-pinang. Bahasa Malaya menamakannya adakka atau adekka, sedang dalam bahasa Sri Lanka dikenal sebagai puvak. Masyarakat Thai menamakannya mak, dan orang Cina menyebutnya pin-lang. Pinang merupakan lambang keturunan orang yang baik budi pekerti, jujur, serta memiliki derajat tinggi. Bersedia melakukan suatu pekerjaan dengan hati terbuka dan bersungguh-sungguh. Makna ini ditarik dari sifat pohon pinang yang tinggi lurus ke atas serta mempunyai buah yang lebat    dalam setandan. (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas).
  4. Tudung Saji, adalah salah satu kriya khas daerah, merupakan tudung atau penutup atau sungkup dulang terbuat dari anyaman daun pandan hutan atau mengkuang yang biasanya digunakan masyarakat Bangka Belitung untuk melaksanakan tradisi Nganggung. Tudung Saji mengandung makna simbolik dari budaya gotong royong sebagai wujud dari organisasi sosial tradisional dan juga sebagai simbol, bahwa pemerintah adalah pelindung dan pengayom masyarakat. (Buku Organisasi Sosial Suku Bangsa Melayu Bangka).
  5. Tugu Pergerakan Kemerdekaan, terletak di dalam areal Tamansari (Taman Wilhemmina), bersebelahan dengan Rumah Residen (Rumah Dinas Walikota Pangkalpinang). Tugu Merdeka dibuat untuk mengenang perjuangan rakyat Bangka melawan penjajahan Belanda. Berdasarkan tulisan pada prasasti di tugu tertulis “Surat kuasa kembalinya ibukota Republik Indonesia ke Jogyakarta, diserahterimakan oleh Ir. Soekarno kepada Sri Sultan Homengkubuwono IX - Media Juni 1949”. (Prasasti yang terdapat di Tugu Pergerakan kemerdekaan Tamansari hilang tidak diketahui rimbanya). Menurut catatan sejarah Tugu Merdeka Tamansari diresmikan pada tanggal 17 Agustus 1949 oleh Wakil Presiden RI Drs. Mohammad Hatta. Tugu tersebut dibangun dengan arsitektur yang unik dan menarik terdiri atas 3 bagian, pada bagian bawah berbentuk Punden berundak-undak berbentuk segi delapan dengan undakan sebanyak 17 (tujuh belas) undakan, yang memiliki makna, 17 (tujuh belas) undakan, berarti tanggal 17 saat diresmikannya Tugu Pergerakan Kemerdekaan, dan undak-undak    bersegi delapan diartikan sebagai bulan delapan atau bulan Agustus saat diresmikannya Tugu Pergerakan Kemerdekaan. 17 (tujuh belas) Undakan ditambah 1 (satu) Yoni dan 1 (satu) Lingga berjumlah 19 (sembilan belas) kemudian jumlah undak-undak dikalikan panjangnya tiap-tiap lingkar segi delapan berjumlah 49 meter, dapat diartikan Tugu Pegerakan Kemerdekaan dibuat pada tahun 1949. Bagian tengah tugu berbentuk Yoni sedangkan bagian atas berbentuk Lingga dengan ukuran yang simetris sehingga tampak serasi. Tinggi keseluruhan mulai dari undak terbawah sampai puncak Lingga setinggi 7,65 m, terdiri dari tinggi Undak dan Yoni 1,65 m dan tinggi Lingga 1,65 m dan tinggi Yoni 4,35 m, dengan luas areal Tugu seluas 168 m², secara geografis tugu ini di sebelah Utara berbatasan dengan Jl. Ican Saleh, di sebelah Selatan berbatasan dengan Lapangan Merdeka, dan di sebelah Barat berbatasan dengan Jl. Kartini, dan sebelah Timur berbatas dengan Rumah Dinas Walikota atau rumah Residen. (Buku Pangkalpinang Kota Pangkal Kemenangan).
  6. Merah atau warna merah adalah warna di frekuensi cahaya yang paling rendah yang kelihatan atau dapat ditangkap pada mata manusia. Cahaya merah mempunyai panjang gelombang dengan jangkauan sekitar 630-760 nm. Cahaya merah adalah cahaya yang pertama diserap oleh air laut, sehingga banyak ikan dan invertebrata kelautan yang kelihatannya merah saga (merah cerah) menjadi kelihatan hitam di habitat asli mereka.Merah adalah salah satu warna primer additif, merupakan komplemen dari warna cyan (biru kehijau-hijauan). Warna merah pernah dipertimbangkan untuk menjadi warna primer subtraktif, dan kadang-kadang masih tergambar sebagai seperti itu di tulisan yang tidak ilmiah; akan tetapi, warna cyan, magenta dan kuning sekarang diketahui lebih dekat ke warna primer subtraktif yang dapat dideteksi oleh mata, dan dipakai di pencetakan warna modern. Dapat membangkitkan energi, hangat, komunikatif, optimis, antusias, dan bersemangat. Memberi kesan sensual dan mewah, meningkatkan aliran darah dalam tubuh, dan berkaitan dengan ambisi. Terlalu banyak warna merah bisa merangsang kemarahan dan agresivitas. Gradasi yang lebih muda yaitu warna merah jambu (pink) merupakan warna yang hangat dan emosional namun juga lembut dan menenangkan. Melambangkan kasih sayang dan perasaan cinta namun juga bisa berarti kekanak-kanakan. Makna Positif warna merah adalah kekuatan, energi, kehangatan, cinta, persahabatan, api, kegairahan, kecepatan, kepemimpinan, kepriaan, darah, sosialisme, musim panas, musim gugur, berhenti, hormat, Mars (planet). Namun warna merah bisa berubah artinya bila dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinasikan dengan hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan dengan putih, akan mempunyai arti “bahagia” di budaya oriental. (dari berbagai sumber)
  7. Kuning atau Yellow, merupakan warna cerah, melambangkan perdamaian dan keceriaan. Warna kuning adalah warna cahaya yang memberi rangsangan pada sel kerucut (cone cells) merah dan hijau pada retina mata manusia, tapi tidak pada sel kerucut biru. Panjang gelombangnya antara 565-590 nm. Warna kuning merupakan salah satu dari tiga warna primer subtraktif, bersama dengan magenta dan cyan. Sistem warna CMYK dalam cetak warna memakai empat warna tinta, salah satunya adalah kuning. Kuning adalah warna matahari, cerah, membangkitkan energi dan mood, warna yang penuh semangat dan vitalitas, komunikatif dan mendorong ekspresi diri, memberi insprirasi, memudahkan pikiran secara logis dan merangsang kemampuan intelektual (cocok sebagai warna atau aksen di ruang belajar). Penggunaan warna yang kurang tepat justru akan menimbulkan kesan menakutkan. Makna Positif warna kuning adalah; kekayaan, emas, sinar kehidupan, matahari, keberuntungan, sukacita, kebahagaan, kecerdasan, idealisme, kemakmuran, musim panas, pengharapan, udara, liberalisme, feminin, keceriaan, persahabatan, taurus, leo (kuning emas), April, September, penipuan, keberanian. (dari berbagai sumber)
  8. Hijau, atau warna hijau merupakan salah satu dari tiga warna primer additif selain merah dan biru, dan merupakan komplemen dari magenta. Hijau menyejukkan, dan warna yang banyak dijumpai pada daun-daun ini bermanfaat untuk mengurangi stres. Hijau adalah jenis warna antara kuning dan sian. Selalu dikaitkan dengan warna alam yang menyegarkan, membangkitkan energi dan juga mampu memberi efek menenangkan, menyejukkan, menyeimbangkan emosi. Warna ini elegan, menyembuhkan, menimbulkan perasaan empati terhadap orang lain. Nuansa hijau dapat meredam stres, memberi rasa aman dan perlindungan. Namun hijau juga bisa menimbulkan perasaan terperangkap. Makna Positif warna hijau adalah; Stabil, alam, lingkungan, santai, subur, alami, musim semi, muda, kemakmuran, keberuntungan, bersemangat, dermawan, pergi, rumput, hidup abadi, udara, bumi, ketulusan, pengharapan, cancer (hijau terang), pembaruan, kelimpahan, pertumbuhan, kesehatan, keseimbangan, harmoni, stabilitas, simbol agama Islam, Agustus.
  9. Biru atau warna biru merupakan salah satu dari tiga warna primer additif selain merah dan hijau. Biru adalah warna langit dan sering pula digunakan untuk menggambarkan warna laut. Warna biru merupakan salah satu warna yang sering dijumpai. Biru merupakan warna langit karena pantulan warna langit. Air dalam kuantitas yang banyak kelihatan biru karena cahaya merah (kira-kira 750 milimeter) diserap oleh molekul air. Namun ada pula yang menganggap bahwa warna biru tersebut berasal dari kehidupan plankton di bawah laut. Kaum keturunan ningrat biasanya sering disebut "berdarah biru". Karena itulah, warna biru selalu digunakan untuk seragam resmi, seperti seragam polisi. Tidak bisa lepas dari elemen air dan udara, berasosiasi dengan alam, melambangkan keharmonisan, memberi kesan lapang. Pemakaian warna biru dapat menimbulkan perasaan tenang dan dingin, melahirkan perasaan sejuk, tentram, hening, dan damai, memberi kenyamanan dan perlindungan. Warna ini juga diasosiasikan dengan kesan etnik, antik, country-style.    Warna biru yang kuat bisa merangsang kemampuan intuitif dan memudahkan meditasi. Tapi berhati-hatilah, karena terlalu banyak biru bisa menimbulkan kesan kelesuan. Makna Positif warna biru adalah; Kepercayaan, awan, air, setia, damai, kesejukan, percaya diri, keamanan, laut, langit, damai, harmoni, kelembutan, kehebatan, kepercayaan, udara, kebijaksanaan, kekuatan, ketahanan, cahaya, persahabatan, kebangsawanan, keluhuran, persahabatan, perdamaian, kebenaran, kasih, bumi (planet), virgo (biru muda), pisces (biru pucat), aquarius (biru tua), Juli (biru angkasa), Februari (biru gelap). (dari berbagai sumber)
  10. Putih atau warna putih, melambangkan kemurnian dan kepolosan, memberikan perlindungan, ketentraman, kenyamanan dan memudahkan refleksi. Namun terlalu banyak warna putih bisa menimbulkan perasaan dingin, steril, kaku dan terisolir. Makna Positif warna putih adalah; Disiplin, suci, bersih, damai, kebaikan, pemujaan, kemurnian, salju, damai, kepolosan, kebersihan, kemudahan, kesederhanaan, kerendahan hati, sterilitas, musim salju, kekuatan, kerumahsakitan, udara, api, kematian, pengharapan, aries, pisces, Januari. (dari berbagai sumber)
  11. Hitam, atau warna hitam memiliki makna positif yaitu; kokoh, anggun, kuat, misteri, mewah, modern, kecanggihan, formalitas, kemakmuran, style, sels, keseriusan, Januari. (dari berbagai sumber)
  12. Timah, dalam bahasa Inggris disebut sebagai Tin dengan symbol kimia Sn. Kata “Tin” diambil dari nama Dewa bangsa Etruscan “Tinia”. Nama latin dari timah adalah “Stannum” dimana kata ini berhubungan dengan kata “stagnum” yang dalam Bahasa Inggris bersinonim dengan kata “dripping” yang artinya menjadi cair/basah, penggunaan kata ini dihubungkan dengan logam timah yang mudah mencair. Timah merupakan logam putih keperakan, logam yang mudah ditempa dan bersifat flesibel, memiliki struktur kristalin, akan tetapi bersifat mudah patah jika didinginkan. Logam timah biasa disebut sebagai timah abu-abu karena warnanya abu-abu, dan memiliki struktur kristal kubik mirip diamond, silicon, dan germanium. Timah biasa disebut sebagai timah putih disebabkan warnanya putih mengkilap, dan memiliki struktur kristal tetragonal. Tingkat resistansi transformasi dari timah putih ke timah hitam dapat ditingkatkan dengan pencampuran logam lain pada timah seperti seng, bismuth, atau gallium. (belajar timah.com).

Terakhir Diperbaharui : Selasa, 24 Januari 2012 16:19  

Add comment


Security code
Refresh

Baner

Kurs IDR

6-Feb-2012 / 16:27 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9125.00 8875.00
SGD 7315.20 7086.20
HKD 1177.60 1143.40
CHF 9875.35 9574.35
GBP 14389.60 13958.60
AUD 9775.55 9472.55
JPY 119.76 115.26
SEK 1362.10 1312.40
DKK 1613.10 1551.50
CAD 9168.10 8870.10
EUR 11911.30 11548.30
SAR 2442.35 2358.35
sumber: KlikBCA.com