Dari Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC) menuju Pangkalpinang Cyber City (PCC)
Kota Pangkalpinang pernah menghadapi apa yang disebut peribahasa “Tikus mati di lumbung padi” karena rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia akibat tidak adanya sentuhan modernisasi dalam pengelolaan pendidikannya. Sementara itu di sisi lain sumber daya manusia Kota Pangkalpinang yang berkualitas hijrah untuk berburu pendidikan ke luar daerah seperti ke Pulau Jawa dan Sumatera. Kota Pangkalpinang dan umumnya daerah lain di Pulau Bangka mengalami apa yang disebut dengan “brain drainase” karena orang-orang yang cerdas pergi ke luar daerah untuk bersekolah dan bila berhasil jarang kembali untuk membangun daerahnya.
Untuk membangun kualitas sumber daya manusia Kota Pangkalpinang, maka bertepatan dengan peringatan setengah abad Kota Pangkalpinang sebagai Daerah Otonom yaitu pada tanggal 14 November 2006 telah dideklarasikan Kota Pangkalpinang sebagai Kota Pendidikan berbasis internet (Pangkalpinang Educational Cyber City atau PECC) yang pertama di Indonesia. Dalam majalah SDA Asia volume 21 dalam rubrik IT Management telah dipublisir tulisan tentang PECC oleh Jonathan Sofian Lussa yang mengawali tulisannya yaitu ”penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) tidak selalu didominasi oleh kota-kota besar yang sudah memiliki sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai. Pangkalpinang telah membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur tidak menghalangi Pemerintah Kota untuk menciptakan Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC) yang saat ini menjadi salah satu best practice bagi kota-kota lain di Indonesia termasuk Ibukota Jakarta”. Sebagai langkah untuk mewujudkan Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC) pada tanggal 2 Mei 2007, Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM meluncurkan Website sekolah. Untuk tahap pertama yang diluncurkan adalah website di SDN 24, SDN 28, SMAN 1, SMAN 2, SMKN 2, SMKN 3, dan SMKN 4 serta ditargetkan pada tahun 2008 seluruh sekolah di Kota Pangkalpinang sudah terkoneksi dengan baik dalam jaringan Information Comunication Tekhnologi (ICT). Karena Pangkalpinang menjadi kota pendidikan berbasis internet, maka Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM, bersama 8 (delapan) Walikota lain di Indonesia yaitu Walikota Banda Aceh, Palembang, Sukabumi, Bandung, Tarakan, Balikpapan, Gorontalo dan Tomohon bersama-sama mendirikan City Net Indonesia pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2007 di Kota Sukabumi. Selanjutnya City Net Indonesia akan menjadi anggota City Net Asia dan Timur Jauh serta City Net Dunia.
Untuk menunjang program Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC) pada hari Selasa tanggal 31 Juli 2007 ditandatangani MoU antara PT Telkom Sumatera dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang, untuk menggunakan layanan Broadband Acces Speedy Education Cyber City. Penandatanganan MoU dilakukan oleh Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM dan oleh senior Manager Marketing dan Sales Divre I PT Telkom Sumatera, Overlis, bertempat di Jaguar Musik Resto Pangkalpinang. Program Broadband Acces Speedy Education Cyber City merupakan layanan internet yang berbasis teknologi akses Asymetric Digital Subscriber Line (ADSL). Dengan layanan ini, maka pelanggan telepon Pangkalpinang akan mendapatkan beragam manfaat misalnya dapat mengakses informasi dengan kecepatan hingga 384 Kbps hanya dengan menggunakan kabel telepon dan modem ADSL. Kemudian dapat mengakses seluruh content layanan yang terdapat dalam global internet seperti teleworking, SOHO, belajar jarak jauh, video conference, broadcast TV dan lain sebagainya. Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnaian Karim, MM mengatakan bahwa melalui louncing layanan Broadband Acces Speedy Education Cyber City, masyarakat Kota Pangkalpinang bisa langsung mengakses internet dengan cepat dan seluruh kegiatan dalam upaya mencari informasi akan lebih cepat dan efisien, disamping itu diharapkan dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang bisa semakin maju perkembangannya karena peserta didik dan guru dapat mengakses berbagai pengetahuan serta bisa saling bertukar informasi masalah pendidikan dengan peserta didik dan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Terakhir untuk menunjang perkembangan Pangkalpinang Educational Cyber City (PECC), pada tanggal 14 Agustus 2007 ditandatangani deklarasi Digital Generation Club oleh Walikota Pangkalpinang dan General Manajer PT Telkom di Lapangan Merdeka Pangkalpinang yang dihadiri sekitar 5.000 siswa dari berbagai sekolah di Pangkalpinang.
Selanjutnya untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama Information Comunication Tekhnologi (ICT) dan bahasa, maka dilakukanlah kerjasama sekolah kembar (sister school) dengan ditandatanganinya akad kerjasama pada tanggal 18 Oktober 2007 antara Guangxi Overseas Chinese School dengan empat Sekolah Menengah Atas di Kota Pangkalpinang yaitu SMAN 1, SMAN 2, SMKN 2, dan SMKN 3 Pangkalpinang. Penandatanganan kerjasama dihadiri oleh Kepala Guangxi Overseas Chinese School, Gan Wu Jun dan empat Kepala Sekolah Pangkalpinang di atas, dengan disaksikan Walikota Nanning Guangxi China Chen Xiang Qun, Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM, Direktur Proyek Dept. Bisnis International Perusahaan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Teknologi Guangxi China, Guan Li Quan. Kerjasama difokuskan pada tukar menukar informasi tentang penerapan Information Comunication Tekhnologi (ICT), selanjutnya masing-masing poin kerjasama berbeda antar sekolah sesuai dengan bidang jurusan sekolah yang disepakati, seperti SMKN 2 Pangkalpinang lebih menekankan kerjasama pada bidang mesin, otomotif dan elektronika, SMKN 3 Pangkalpinang lebih menekankan kerjasama pada bidang perhotelan, sedangkan SMAN 2 Pangkalpinang memfasilitasi pelaksanaan ujian Bahasa Mandarin berstandar internasional (HSK) yang bertempat di Pangkalpinang dan Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memfasilitasi pelaksanaan uji keterampilan berbahasa Indonesia bertempat di Guangxi China. Sebelum penandatangan akad kerjasama antara Guangxi Overseas Chinese School dengan empat Sekolah Menengah Atas di Kota Pangkalpinang, pada jenjang pendidikan dasar sebelumnya telah diadakan kerjasama sister school antara SD Negeri 3 Pangkalpinang dengan Sekolah Rendah Taman Megah (SKTM) Selangor, Malaysia di bidang budaya, sharing kurikulum dan perkenalan software yang diterapkan Microsoft di SKTM. Selanjutnya pada tanggal 19 Desember 2008 telah ditandatangan MoU Sister School antara SMPN 2 Pangkalpinang dengan Shi Si School of Nanning. Kemudian pada tanggal 20 Desember 2008 dilakukan penandatanganan MoU antara SMKN 1 Pangkalpinang dengan Guangxi Overseas Chinese School dan pada tanggal 24 Desember 2008 SDN 10 Pangkalpinang akan melaksanakan MoU dengan Pingxi Primary School of Nanning City. MoU dilaksanakan bersama dengan negara Thailand yang dihadiri negara Vietnam, Kamboja dan Laos.
PECC terus dikembangkan dan disempurnakan dengan membuat E-content yang terdiri dari TV Edukasi, E Learning Basis Web, E-Book/ Modul dan absensi sidik jari, termasuk membangun ICT Training Center dalam bentuk Cisco Academy di SMKN 2 Pangkalpinang dan kurikulum standar KKPI ( Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi). Selain itu program sister school dengan sekolah-sekolah di China yang diimplementasikan melalui komunikasi berbasis komputer dan internet juga dilakukan.
Setelah berhasil melaksanakan program Information Comunication Tekhnologi (ICT) di Kota Pangkalpinang, dengan Pangkalpinang Educational Cyber City atau PECC, maka selanjutnya program ini akan diperluas pengembangannya menjadi Pangkalpinang Cyber City atau PCC. Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM, mengatakan pada tahun 2009 mendatang, Pemerintah Kota Pangkalpinang merencanakan akan memasang 60 titik hotspot di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang. Titik-titik hotspot itu akan dipasang dibeberapa tempat strategis di wilayah Kota Pangkalpinang agar bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat umum. Beberapa titik di wilayah Kota Pangkalpinang seperti di kantor-kantor di 36 kelurahan dan beberapa titik di fasilitas umum lainnya. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga akan memberikan pelatihan pada 1.000 orang masyarakat umum untuk memanfaatkan dan memberikan pengetahuan berkenaan dengan layanan hotspot.
Setelah berhasil melaksanakan program Information Comunication Tekhnologi (ICT) di Kota Pangkalpinang, dengan Pangkalpinang Educational Cyber City atau PECC, maka selanjutnya program ini akan diperluas pengembangannya menjadi Pangkalpinang Cyber City atau PCC. Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM, mengatakan pada tahun 2009 mendatang, Pemerintah Kota Pangkalpinang merencanakan akan memasang 60 titik hotspot di seluruh wilayah Kota Pangkalpinang. Titik-titik hotspot itu akan dipasang dibeberapa tempat strategis di wilayah Kota Pangkalpinang agar bisa dengan mudah diakses oleh masyarakat umum. Beberapa titik di wilayah Kota Pangkalpinang seperti di kantor-kantor di 36 kelurahan dan beberapa titik di fasilitas umum lainnya. Pemerintah Kota Pangkalpinang juga akan memberikan pelatihan pada 1.000 orang masyarakat umum untuk memanfaatkan dan memberikan pengetahuan berkenaan dengan layanan hotspot.
Walikota Pangkalpinang mengatakan, bahwa program hotspot adalah upaya meningkatkan kualitas program Information Comunication Tekhnologi (ICT) di Kota Pangkalpinang dari Pangkalpinang Educational Cyber City atau PECC menuju ke Pangkalpinang Cyber City atau PCC. Sasaran kita bukan hanya PECC, tetapi mengarah ke PCC yaitu menciptakan kota berbasis internet yang memiliki jangkauan akses informasi lebih luas, selain itu banyak manfaat lain yang bisa ditimbulkan dengan diarahkannya Kota Pangkalpinang menjadi kota berbasis internet atau PCC, terutama dalam rangka memberikan pelayanan pada masyarakat Kota Pangkalpinang dan untuk mempermudah aksesibilitas informasi. Masyarakat diberikan kemudahan informasi tanpa batas dengan mudah dan luas, dengan fasilitas hotspot, komunikasi dengan kerabat, rekan kerja dan lainnya seolah-olah dilakukan tanpa batas. Pangkalpinang Cyber City atau PCC bisa membuka aksesibilitas informasi yang tidak terbatas, mau mencari informasi apapun bisa, warga Kota Pangkalpinang sudah menjadi warga dunia, seluruh bagian dunia hanya dibatasi dengan layar monitor. Permasalahan atau kendala utama program Pangkalpinang Cyber City (PCC) saat ini adalah berkenaan dengan penyedian sumber daya listrik, sedangkan yang berkenaan dengan infrastruktur tidak ada permasalahan, untuk satu tower BTS, paling tidak kita membutuhkan listrik 15 ribu watt, namun secara bertahap mudah-mudahan kendala listrik akan bisa cepat teratasi.
Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM mengatakan, bahwa sesuai dengan penelitian, kunci kemajuan suatu negara adalah, inovation dan creativity yang berperan sebesar 45 persen, seperti negara Singapura, Korea, Jepang dan Vietnam, orangnya inovatif dan creative sehingga negara-negara ini lebih maju dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia. Kemudian yang bisa menjadi kunci dari kemajuan suatu negara adalah jaringan kerja (networking) yang berperan sekitar 25 persen dan yang terakhir adalah penguasaan terhadap teknologi yang berperan 20 persen. Jadi kunci keberhasilan suatu negara 90 persen terletak pada kualitas sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif, mempunyai jaringan kerja dan menguasai teknologi. Kalau bangsa ingin maju, maka uruslah manusia dengan sebaik-baiknya.
Karena dinilai aktif, innovatif dan kreatif dalam pengelolaan pemerintahan dan pembangunan Kota Pangkalpinang, maka Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM menerima penghargaan dari pemerintah berupa Innovative Goverment Award 2008 (IGA 2008) yang diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, pada tanggal 5 Desember 2008. Innovative Goverment Award merupakan penghargaan atau apresiasi bagi kepala daerah yang dipandang berhasil menemukan berbagai inovasi yang sudah dilakukan dalam hal manajemen pengelolaan pemerintahan daerah, pelayanan publik, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia dan dalam hal pemasaran dan promosi investasi daerah, melalui proses penelitian oleh Pusat Kajian dan Kebijakan Stratejik Departemen Dalam Negeri. Penghargaan diberikan kepada Walikota Pangkalpinang, Drs. H. Zulkarnain Karim, MM karena keberhasilan Kota Pangkalpinang dalam pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya manusia seperti program penyediaan air bersih, pembangunan hutan kota, bank pohon dan Bangka Botanical Garden, perancangan Pasir Padi Waterfront City, PECC dan PCC dan program-program strategic innovatif dan kreatif lainnya.




