Pusat Peraga (Puspa) IPTEK atau Science Centre dan Technopark
Perkembangan pendidikan di Kota Pangkalpinang akan semakin maju bila dilengkapi dengan Pusat Peraga (Puspa) IPTEK atau Science Centre dan Technopark. Langkah awal kearah pembangunan Pusat Peraga (Puspa) IPTEK atau Science Centre dan Technopark adalah dengan dilaksanakannya peragaan IPTEK keliling (outreach program). Kegiatan peragaan IPTEK keliling (outreach program) ini dilaksanakan Pemerintah Kota Pangkalpinang bekerjasama dengan Menteri Riset dan Tekhnologi serta Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Tekhnologi. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 sampai dengan tanggal 27 Juli 2006 bertempat di gedung Hamidah Pangkalpinang. Peragaan IPTEK keliling dilaksanakan sebagai sosialisasi atau pengenalan Puspa (Pusat Peragaan) IPTEK atau Science Centre dan Technopark kepada masyarakat. Diharapkan melalui pengenalan dan sosialisasi cita-cita dan upaya untuk mendirikan Puspa (Pusat Peragaan) IPTEK atau Science Centre dan Technopark di Kota Pangkalpinang akan terwujud. Rencana pembangunan (Pusat Peragaan) IPTEK atau Science Centre dan Technopark di Kota Pangkalpinang tersebut dimatangkan dengan presentasi dan workshop Puspa IPTEK yang diselenggarakan di Edotel Pangkalpinang pada tanggal 4 Juni 2007. Bersamaan dengan presentasi dan workshop Puspa IPTEK telah dilakukan penyerahan 4 alat peraga dalam satu cluster berupa peragaan cahaya tentang optik, cermin cekung dan cembung, polarisasi cahaya, pemanfaatan optik untuk pembuatan film kartun dan juga berkenaan dengan Pelangi oleh Deputi Bidang Promosi dan Komersialisasi IPTEK Kementerian Ristek RI kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang.
Untuk merealisasi pembangunan (Pusat Peragaan) IPTEK atau Science Centre dan Technopark di Kota Pangkalpinang, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan lahan seluas 5,3 hektar di Kelurahan Tuatunu Kecamatan Gerunggang. Untuk anggaran pembangunan diperkirakan sebesar 7 milyar rupiah yaitu 3 milyar rupiah berasal dari APBD Kota Pangkalpinang ditambah 4 milyar rupiah dari APBN. Saat ini telah dilakukan tahap survei dan diperkirakan pembangunan gedung tersebut dapat terealisasi pada tahun 2010. Walikota Pangkalpinang, Drs. Zulkarnain Karim, MM mengatakan pembangunan Technopark dan Science Centre untuk meningkatkan mutu pendidikan di Pangkalpinang. Pembangunan yang dilakukan karena rencananya Pangkalpinang akan dijadikan sebagai daerah acuan untuk pendidikan kejuruan, pembangunannya dilakukan di Tuatunu, tepatnya di sebelah utara daerah Tampuk Pinang Pura, sedangkan DED sedang dalam proses penyusunan. Untuk DED disusun mendekati dua jenis Technopark yaitu Technopark model di Kota Solo dan Kota Tegal. Sedangkan kalau Science Centre ada empat model diantaranya model Taman Mini di Bandung dan Sukoharjo. Kalau jadi berarti kita adalah Science Centre nomor 5, sedangkan kalau kita gabung antara Technopark dan Science Centre mungkin kita yang pertama kali, karena kita belum melihat ada Technopark yang digabungkan dengan Science Centre di Indonesia. Kalau digabung berarti Pemerintah Kota Pangkalpinang harus membuat inovasi baru bagaimana model yang terbaik, itu dapat terlihat dari layout pembangunannya. Untuk pembangunannya sendiri yang pertama sekali adalah pembangunan gedung yang berkaitan dengan Science Centre, gedung untuk pelatihan, workshop dan tenaga kerja, baru kemudian pemasarannya.





