Perepas menggunakan konsep sederhana terbuat dari kayu dan tali. Tali dijalin dan dibentuk menjadi jerat, kemudian ujungnya diikat pada sebatang kayu kecil yang lentur atau pada dahan pohon yang lentur dan masih hidup. Kemudian jerat dipasang di atas tanah. Untuk membuat supaya hewan buruan tidak curiga dan mau mendekat, jerat ditutupi dengan tanah atau daun-daun agar tidak terlihat oleh hewan buruan. Kayu ditarik melengkung supaya mempunyai daya pegas untuk menarik jerat, ditahan dengan sebatang kayu kecil yang dengan mekanisme tertentu dihubungkan dengan kayu berjajar pada tempat jerat dipasang, sehingga apabila kayu berjajar tersebut tersentuh atau terinjak oleh hewan buruan, maka secara otomatis kayu kecil penahan kayu lentur akan terlepas dan kayu lentur akan menarik jerat dan hewan buruan akan terjerat oleh tali jerat.Perepas biasanya dipasang di tempat burung/hewan biasa bermain, mandi atau mencari makan. Untuk itu diperlukan pengetahuan khusus tentang dunia/kehidupan serta kebiasaan unggas/hewan yang akan ditangkap, misalnya tempat mandi, tempat mencari makan, tempat bermain, dan lain-lain.
Kadangkala untuk memancing supaya burung/hewan mau mendekat dipakai umpan dari makanan burung/hewan tersebut atau dengan hewan yang disebut pengganti.

Perepas dapat digunakan sepanjang tahun dan tidak mengenal musim.
Jenis hasil tangkapan perepas adalah hewan dari jenis unggas dan hewan-hewan kecil antara lain pelanduk dan hewan kecil lainnya.





