Pukat adalah alat tangkap yang juga menggunakan jaring dengan bentuk yang hampir sama dengan Tebak. Pada pukat panjangnya hanya terdiri dari 1 – 3 “pis/piece” karena kalau terlalu panjang akan susah dalam menariknya. Pukat juga mempunyai kantong (badan jaring agak melembung untuk menampung hasil tangkap. Mata jaring yang digunakan berukuran antara 1 – 2,5 inci. Bahan jaring yang digunakan juga ada dua tergantung selera pemakai antara lain, nilon dan senar. Pada bahan jaring yang terbuat dari nilon agak susah dalam menariknya sebab nilon menyerap air. Pada bagian atas jaring dipasang pelampung kecil supaya jaring mengapung dipermukaan air dan pada bagian bawah dipasang pemberat dari timah sehingga bagian bawah jaring tenggelam. Pada bagian ujung pukat dipasang tali yang diikat pada sebatang kayu yang digunakan untuk menarik pukat. Tinggi pukat berkisar antara 1 – 1,5 m.
Pukat dioperasikan dengan cara ditarik oleh 2 – 8 orang. Penarik pukat akan menarik kayu yang dihubungkan dengan tali kepada pukat sehingga pukat dapat ditarik tetap dengan posisi berdiri. Sedangkan untuk membantu penarikan dipasang tali pada kayu yang ditarik oleh penarik yang lain.
Musim penangkapan dapat dilakukan sepanjang tahun tergantung cuaca perairan tempat penangkapan.
Pukat dipasang di perairan yang tidak dalam (dangkal) di pinggir pantai, baru kemudian ditarik kearah pinggir pantai sampai bibir pantai untuk mengambil hasil tangkapan, sebab apabila daerah penangkapan terlalu dalam maka akan sulit menarik pukat.
Hasil tangkapan pukat antara lain : Udang, kepiting, dan jenis ikan kecil seperti ikan tamban, ikan berujung, ikan bulu ayam, ikan biji nangka.





