Tuis adalah alat yang digunakan untuk mencari kerang besar yang dalam Bahasa Bangka disebut Lokan. Tuis terbuat dari bambu atau kayu panjang yang ujungnya dibelah dua dan dipasang kayu melintang sehingga menjadi bidang segitiga.
Cara penggunaan alat ini adalah kayu melintang pada bidang segitiga diletakkan ke dalam tanam sedalam sekitar 5 Cm. Kemudian diseret berjalan mundur sambil ditekan dengan posisi kemiringan sekitar 30 derajat. Apabila dirasakan Tuis membentur sesuatu, menandakan Tuis mengenai lokan. Alat ini digunakan di pinggir pantai atau muara sungai.
Untuk mengambil lokan yang berada didalam pasir/tanah digunakan parang/golok.
Hasil tangkapan alat ini adalah sejenis kerang berukuran sedang berwarna putih kecoklat-coklatan yang disebut dengan lokan.
Daerah penangkapan adalah perairan pinggir pantai atau sungai yang berlumpur yang banyak dihuni lokan, biasanya dekat daerah muara sungai.
Penangkapan lokan hanya dapat dilakukan pada saat air surut (daerah penangkapan tidak tergenang air).





