Masyarakat Kota Pangkalpinang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengenal berbagai macam olahraga dan permainan tradisional yang sering dimainkan pada acara-acara tertentu atau pada waktu-waktu tertentu. Kebanyakan permainan tradisional dilakukan untuk mengisi waktu senggang (istirahat) baik perorangan maupun beregu. Selain sebagai sarana hiburan bagi masyarakat, permainan-permainan ini mempunyai banyak manfaat yang kadang tidak disadari. Permainan-permainan ini memiliki nilai sejarah, mengandung nilai seni, nilai olahraga, juga bisa dijadikan aset wisata bagi daerah dan menciptakan lapangan pekejaan bagi para pengrajin tradisional.
Cara-Cara Pengundian
Cara-Cara Pengundian
Sebelum permainan-permainan tradisional tersebut dimainkan biasanya diadakan pengundian untuk menentukan giliran atau pemain yang berhak memulai atau menentukan pihak (regu) yang melakukan permainan pertama kali. Masyarakat Pangkalpinang juga mengenal cara-cara pengundian tradisonal, antara lain :
SUIT
Pengundian Suit dilakukan memakai media jari tangan dan hanya dilakukan oleh dua orang atau berpasangan. Pengundian ini adalah pengundian yang paling sering digunakan untuk menentukan giliran dalam permainan ataupun menentukan pemenang. Cara ini juga banyak dikenal di daerah lain di luar pulau Bangka dengan nama yang sama maupun berbeda. Pengundian ini tidak menggunakan seluruh jari tangan tapi hanya tiga jari tangan yang bisa digunakan, yaitu :
» Jempol diasumsikan sebagai “Gajah”

» Telunjuk diasumsikan sebagai “orang /manusia”

» Kelingking diasumsikan sebagai “Semut”.

Dua pemain yang akan melakukan suit berhadap-hadapan sambil menyembunyikan kepalan tangan yang akan dipakai melakukan suit di belakang kepala agar lawan suit tidak dapat melihat jari apa yang akan dikeluarkan, kemudian mengeluarkan jari secara serentak dengan cara mengayunkan tangan ke depan dengan gerakan yang secepatnya agar lawan tidak melihat jari yang keluar, ini menutup kemungkinan lawan merubah jarinya yang akan diartikan curang.
Jika salah seorang terlambat mengeluarkan jari (tidak serentak), maka pengundian dianggap tidak sah dan akan diulang. Pengundian ini dilakukan berdasarkan aba-aba dari salah seorang pemain dengan memakai hitungan (1, 2, 3) atau menyebutkan kata “suit”.
Kemenangan bisa juga ditentukan dengan cara menghitung berapa kali pemain menang suit, misalnya dalam sekali undian seorang pemain harus menang suit sebanyak lima kali untuk memenangkan suit. Ada juga yang dibatasi suit hanya berapa kali (misalnya 5,10 dll) lalu akan dihitung berapa kali masing-masing pemain menang, dan yang paling banyak menanglah yang dianggap menang dan bisa memulai suatu permainan.
Dalam praktek sehari-hari pengundian suit tidak hanya dilakukan untuk permainan saja tapi sering juga anak-anak melakukannya untuk yang lain, misalnya untuk menentukan siapa yang layak untuk memiliki suatu barang atau yang berhak lebih dahulu memilih.
Adapun peraturannya yaitu :
- Apabila salah seorang pemain mengeluarkan jari jempol dan pemain lain mengeluarkan jari kelingking, maka jari kelingking lah yang menang, sebab jari kelingking (dalam hal ini semut) mampu /dapat membunuh gajah dengan cara masuk kedalam kupingnya.
- Apabila salah seorang pemain mengeluarkan jari telunjuk dan pemain lain mengeluarkan jari jempol, maka jari jempol lah yang menang, sebab Gajah (jempol) bisa membunuh manusia (telunjuk).
- Apabila salah seorang pemain mengeluarkan jari telunjuk dan pemain lain mengeluarkan jari kelingking, maka jari telunjuklah yang menang, sebab manusia (telunjuk) bisa membunuh semut (kelingking).
WANG
Pengundian wang sudah sejak lama digunakan di daerah Bangka, dan sekarang pengundian ini sudah jarang dilakukan. Cara pengundian ini biasanya digunakan apabila peserta lebih dari 2 (dua) orang dan cenderung lebih sering digunakan untuk menentukan pemain yang kalah dan mendapat giliran menjaga, seperti pada permainan sembunyik gong. Cara pengundian “wang” memakai media kedua belah telapak tangan, yaitu :
» Punggung tangan disebut Hitam/Telungkup

» Telapak tangan disebut Putih/Telentang
Biasanya salah satu pemain ditugaskan memberi aba-aba atau hitungan, ataupun menyebutkan salah satu warna dari bagian tangan tersebut, dan pemain lain secara serentak meletakkan tangannya pada posisi yang diminta.
Apabila ada satu pemain yang meletakkan tangannya berbeda dengan posisi yang diminta, maka pemain tersebut dianggap kalah dan harus menjalani giliran menjadi yang “jaga” dan pemain lain melakukan permainannya. Penyebutan posisi tangan biasanya memakain lagu/nyanyian tertentu.
Contohnya :
» Tam tam hitam putih
Yang putih jadi
Atau dibalikkan :
» Tam tam hitam putih
Yang putih tidak jadi.
Wang juga bisa dilakukan tanpa menggunakan nyanyian. Caranya semua pemain dengan memakai aba-aba dari salah seorang pemain meletakkan tangannya secara serentak pada posisi tertentu (telapak atau punggung tangan). Pemain yang meletakkan tangannya pada posisi tertentu dengan jumlah paling sedikit dianggap kalah dan melakukan wang lagi dengan semua pemain yang kalah, sampai tersisa satu orang pemain yang kalah.
Pengundian Wang :

TAK UTIT
Pengundian dengan cara ini menggunakan media kearah depan bersusunan. Seorang pemain ditugaskan untuk memberikan aba-aba melalui nyanyian, yaitu :
» Tak Utit
Kopi susu
Siapa menang
Nomor satu
Sambil menyanyikan lagu tadi, pemain tersebut menepukkan tangannya pada tangan pemain lain satu persatu. Disaat nyanyian habis, maka tangan yang ditepuk terakhir adalah yang kalah.
Jika pemain yang melakukan undian banyak dan lagu yang digunakan terlalu pendek, maka lagu tersebut bisa dinyanyikan beberapa kali sampai semua pemain mendapatkan giliran menepuk tangan atau putaran tepukan tangan melebihi satu putaran, ada juga yang mengganti lagu dengan lagu yang lebih panjang agar pengundian lebih adil.
Pengundian akan berakhir jika pemain tersisa satu orang dan urutan pemenang ditentukan dari pemain yang terakhir. Tak utit sering dilakukan hanya sekali untuk menentukan satu pemain yang menang.
Pengundian Tak Utit :

CANG KACANG PANJANG
Pengundian dengan cara ini menggunakan media tangan, yang direntangkan memanjang disebut panjang dan tangan dilipat disebut pendek. Selama pengundian tangan terus menerus direntangkan dan dilipat sampai lagu selesai dinyanyikan. Seorang pemain ditugaskan menyanyikan lagu, yaitu :
Pengundian dengan cara ini menggunakan media tangan, yang direntangkan memanjang disebut panjang dan tangan dilipat disebut pendek. Selama pengundian tangan terus menerus direntangkan dan dilipat sampai lagu selesai dinyanyikan. Seorang pemain ditugaskan menyanyikan lagu, yaitu :
» Cang cang kacang panjang
Yang panjang jadi
Atau :
» Cang cang kacang panjang
Yang panjang tidak jadi.
Pemain yang posisi tangannya berbeda dengan posisi yang disebutkan pada akhir nyanyian, maka pemain tersebut lah yang kalah. Pengundian Cang kacang panjang berakhir bila pemain yang tersisa tingggal satu orang dan biasanya menjadi pemenang.
Pengundian Cang Kacang Panjang :

WARNA BAJU
Pengundian ini menggunakan warna baju. Seorang pemain ditugaskan untuk memberikan aba-aba. Aba-aba yang dimaksud, yaitu warna baju salah seorang pemain ataupun warna baju profesi tertentu yang berwarna hitam atau putih, misalnya dokter, dan lain-lain. Para pemain harus meletakkan tangannya sesuai dengan warna yang dimaksud (hitam atau putih), dan apabila ada seorang pemain yang meletakkan tangannya tidak sama dengan warna yang dimaksud maka ia dianggap kalah.
Pengundian-pengundian yang telah disebutkan pada halaman-halaman sebelumnya umumnya dilakukan untuk menentukan pihak yang akan memulai permainan. Dengan cara ini semua peserta akan menerima hasil pengundian karena pengundian bersifat adil sehingga permainan akan berjalan dengan baik dan para pemain dapat bermain dengan hati yang riang dan menikmati pemainan tanpa ada ganjalan di dalam hati.





